10 Keuntungan Kuliah
10 Keuntungan Kuliah !
Dengan kuliah, Anda telah mendatangkan Opportunity Cost dalam hidup Anda. Apa itu Opportunity Cost? Opportunity Cost atau biaya peluang bisa dipahami sebagai uang yang sebenarnya bisa Anda raih apabila Anda bekerja, bukan malah kuliah. Pendek kata, bila Anda memilih bekerja (tidak kuliah), maka Anda akan mendapatkan gaji atau upah-katakanlah 1,5 juta sebulan. Sebaliknya, bila Anda memilih kuliah (tidak bekerja), maka kesempatan Anda untuk mendapatkan uang 1,5 juta tadi menjadi lenyap. Inilah yang dinamakan Opportunity Cost.
Selain mendatangkan Opportunity Cost, kuliah juga menghabiskan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan lain sebagainya. Kalau diibaratkan dengan pengorbanan, maka kuliah itu termasuk pengorbanan yang besar. Yakinlah, semua pengorbanan pasti akan berbalas, apalagi pengorbanan yang besar. Ada beberapa balasan atau keuntungan yang bisa dirasakan dari kuliah.
Apa saja keuntungan yang dimaksud?
1. Lebih Percaya Diri
Seseorang akan menjadi lebih percaya diri bila ia sudah merasa mampu akan sesuatu hal atau merasa mempunyai bekal hidup yang cukup. Memilih kuliah sudah barang tentu menjadi modal tersendiri ketimbang mereka yang yang tidak kuliah. Apalagi bila Anda kuliah di perguruan tinggi negeri favorit seperti UI, UGM, ITB, ITS dan Undip. Atau perguruan tinggi swasta favorit seperti Universitas Trisakti, UMY, UII, Unissula dan Universitas Telkom. Bisa dipastikan rasa bangga plus percaya diri akan lebih Anda rasakan. Bahkan, seringkali saat ada teman yang bertanya, "Kuliah dimana sekarang?". Pasti Anda akan menjawabnya dengan suara lantang dan tegas. "Aku kuliah di UGM," misalnya. Percaya diri boleh asal jangan kelewat berlebihan, karena efeknya bisa jadi besar kepala alias sombong.
2. Hidup Lebih Mandiri
Selama menjalani masa studi di bangku perkuliahan, khususnya bagi Anda yang berasal dari luar kota pastinya akan mengalami hidup terpisah dengan keluarga tercinta. Tinggal jauh dari orang tua secara tidak langsung akan memaksa Anda hidup mandiri. Anda harus belajar bagaimana cara mengatur keuangan secara cerdas agar cukup tiap bulannya, harus mencari dan memenuhi kebutuhan Anda sendiri. Bagi yang mengalami masalah keuangan, tentunya harus mencari nafkah sendiri untuk dijadikan tambahan finansial selama kuliah.
3. Memperluas Pengetahuan
Mahasiswa dipandang sebagai kaum intelektual. Pandangan ini tidaklah keliru karena selama kuliah, wawasan dan pengetahuan Anda akan semakin luas. Hal ini dikarenakan akan banyak meteri pelajaran yang bisa Anda peroleh dari dosen selaku pengajar. Dalam dunia kampus, pengetahuan tidak hanya didapatkan di dalam kelas, namun di luar kelas perkuliahan pun juga bisa. Apalagi bila Anda kuliah di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Makassar. Dipastikan Anda akan bertemu dengan orang dari seantero nusantara dunia karena biasanya dibeberapa kampus favorit banyak juga mahasiswa asingnya. Semakin banyak Anda bergaul dengan orang dari daerah lain, maka pengetahuan Anda juga akan semakin bertambah banyak dan berkembang. Dengan wawasan yang luas, Anda tidak akan menjadi "Katak dalam tempurung" lagi yang hanya tahu tentang daerahnya sendiri saja.
4. Menjadi Pemikir Bebas & Kritis
Cara belajar mahasiswa dengan anak SMA tentulah tidak sama. Bila anak SMA masih sangat bergantung pada proses belajar-mengajar didalam kelas dan bersifat teacher center (berpusat pada guru), maka pembelajarandi bangku perkuliahan sudah sepenuhnya menggunakan pembelajaran konstruktivisme, yaitu mahasiswalah yang aktif untuk menalar dan mengembangkan ilmu. Fokus keilmuan juga semakin dalam, sehingga mahasiswa akan lebih bisa mengetahui lebih mendalam, tidak hanya sekadar kulit luarnya saja.
Untuk bisa menalar atau mengembangkan sebuah ilmu, dibutuhkan pemikiran yang bebas dan kritis. Itulah sebabnya, salah satu tuntutan dalam dunia akademik adalah mahasiswa harus bisa berpikir kritis. Kenapa? Seorang yang berpikir kritis, biasanya tidak akan mudah menerima segala sesuatunya begitu saja. Dalam benaknya, akan selalu muncul pertanyaan, "Kenapa?" atau "Bagaimana bisa?" atau "Darimana Anda tahu?". Kemampuan berpikir kritis seperti ini akan memberikan arahan yang tepat dalam berpikir dan bekerja, dan membantu menentukan keterkaitan sesuatu dengan lainnya secara lebih akurat. Oleh karena itu, kemampuan berpikir bebas dan kritis sangat dibutuhkan untuk memecahkan atau mencari solusi atas sebuah permasalahan.
Pengembangan kemampuan berpikir kritis dan bebas merupakan integrasi beberapa bagian pengembangan kemampuan, seperti pengamatan atau observasi, analisis, penalaran, penilaian, pengambilan keputusan, dan persuasi. Salah satu bukti nyata bahwa kuliah mengajak mahasiswa menjadi pemikir kritis dan bebas adalah adanya kewajiban penelitian berupa skripsi (S1), tesis (S2), ataupun disertasi (S3) bagi mahasiswa yang memasuki tahap akhir dan hendak menjadi sarjana. Selama penelitian, mahasiswa akan dilatih dengan kemampuan analisa, generalisasi, serta menyimpulkan fenomena yang ada di lingkungan sekitar.
Ada tiga alasan pentingnya mahasiswa mempunyai kemampuan dan keterampilan berpikir kritis dan bebas, antara lain : 1) Tantangan globalisasi yang semakin kompetitif, 2) Ledakan informasi yang tidak terkendali, 3) Agar tidak fanatik buta.
5. Membentuk Karakter atau Kepribadian
Bila dipahami lebih dalam, pendidikan mempunyai arti lebih dari sekedar pengajaran. Sebab, pendidikan merupakan sebuah proses untuk mempersiapkan generasi muda bangsa yang siap untuk menjalankan kehidupan dan menjawab tantangan hidup secara efisien dan efektif. Agar semua itu terwujud, maka pendidikan harus diberikan dari dasar (pendidikan anak) hingga tahap pengembangan *(pendidikan dibangku perkuliahan).
Mengapa? Karena pendidikanlah yang akan menempa fisik, mental, dan moral setiap individu yang mau bergelut dengan ilmu, sehingga kelak ia akan menjadi manusia yang berkarakter atau berkepribadian. Ya, pendidikan memang mempunyai peran penting bagi setiap individu. Pendidikan mengarahkan individu agar bisa survive dalam menjalani hidup, baik dalam ranah keahlian, keterampilan, pemikiran dan karakter. Dengan pendidikan yang memadai, tentu semua itu akan mudah terwujud.
6. Pandai Mengatur Waktu
Selama kuliah, Anda diharuskan untuk mulai hidup mandiri. Salah satu kunci sukses hidup mandiri adalah adanya kemampuan dan keterampilan mengatur waktu. Tahu kapan waktu untuk kuliah, belajar, mengerjakan, tugas, dan ke perpustakaan. Tahu kapan waktu untuk bersosialisasi dengan teman. Tahu kapan waktu harus berdiskusi dengan dosen dan lain sebagainya. Bila sudah terbiasa membuat agenda atau jadwal kegiatan selama kuliah dengan baik, tentunya hidup Anda akan semakin terarah dengan baik pula.
7. Pendidikan Tinggi Memberi Peluang Besar Untuk Mendapatkan Pekerjaan Yang Terbaik
Dengan ilmu dan keterampilan praktis yang didapatkan selama kuliah, peluang Anda mendapatkan pekerjaan yang baik dan sesuai dengan keahlian Anda, akan semakin terbuka. Apalagi saat ini kebanyakan perusahaan lebih banyak membuka peluang berkarir bagi mereka yang lulusan S1 atau D3. itu berarti, posisi kerja antara lulusan SMA dengan lulusan kampus tentu akan berbeda. Inilah salah satu nilai tambah bila Anda memilih kuliah.
8. Kemandirian Finansial
Beda posisi dan pekerjaan dalam sebuah instansi atau perusahaan, pastinya akan membuat perbedaan pada masalah gaji yang diterima. Semakin tinggi posisi seseorang, maka semakin besar juga gaji yang akan diperoleh. Hal ini pastinya akan berimbas pada percepatan kemandirian finansialnya. Tentu, untuk mendapatkan posisi yang terbaik disebuah instansi ataupun perusahaan harus didukung dengan gelar ijazah yang memadai.
9. Mendapatkan Pasangan Hidup
Seringkali mahasiswa menemukan jodoh atau pasangan hidup saat mereka sedang menempuh studi di bangku perkuliahan. Pepatah Jawa bilang "Tresno jalaran seko kulino" atau bisa diartikan cinta karena terbiasa bersama. Bila waktu Anda menempuh studi S1, setidaknya Anda akan menghabiskan waktu sekitar 4 tahun bersama teman yang mempunyai karakter berbeda-beda. Dari sekian banyak tipe karakter teman, pasti akan ada yang cocok dan nyambung dengan Anda atau istilah kerennya "Chemistry". Jika sudah begitu, rasa ketertarikan akan mudah muncul, hingga menumbuhkan benih-benih cinta. Bermula dari situlah, biasanya hubungan yang serius akan mulai terjalin hingga akhirnya sampai ke jenjang pernikahan.
10. Mendapatkan Pengalaman Kerja
Nah, untuk poin yang satu ini khusus ditujukan bagi Anda yang pernah menjalani kuliah sambil bekerja. Dengan pengalaman kerja yang Anda miliki, Anda akan jauh lebih siap ketika Anda benar-benar masuk ke dunia kerja yang sesungguhnya pasca lulus kuliah. Sebab, Anda sudah tidak asing lagi dengan "warna dan aroma" dunia kerja. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan Anda.
hehe baruu tahuu
BalasHapusWkwk baru tahu nih mantaaap
BalasHapusbetul bgtt si ini
BalasHapusmenambah wawasan sekali
BalasHapusMenambah wawasan !
BalasHapusTerimakasih
BalasHapusinformatif sekali
BalasHapusGasabar pengen cepet" Kuliah
BalasHapuswow, ilmu yg diberikan sangat baik sekali👍🏻
BalasHapuswahh beruntung sekalii, ga sia sia saya kuliahh
BalasHapusTerimakasih informasinya min, bahasanya juga mudah dipahami. Kuliah nggak kuliah pasti ada plus dan minusnya sendiri", terimakasih sudah berbagi informasi semangat minn
BalasHapus